Di balik setiap penghargaan ilmiah, selalu ada cerita tentang kerja keras, rasa ingin tahu yang tak padam, dan keyakinan bahwa sains adalah alat paling ampuh untuk menjawab tantangan dunia nyata. Inilah spirit yang dibawa oleh tiga mahasiswa Program Studi Kimia Universitas Pertamina (UPER) ketika mereka melangkah masuk ke arena Indonesian Conference on Chemical Analysis and Instrumentation (ICCAI) 2026 pada pertengahan April lalu.
Hasilnya berbicara sendiri: Syifa Salsabina dan Salsabil Sabilla Putri pulang membawa gelar Best Presenter, sementara Rialfi Putri Nur Harfilani meraih penghargaan Favorite Poster. Di tengah persaingan dengan sekitar 150 peserta dari berbagai kampus bergengsi di seluruh Indonesia, capaian ini menjadi bukti sahih bahwa kualitas riset mahasiswa UPER mampu berdiri sejajar—bahkan melampaui—ekspektasi forum nasional.
ICCAI 2026: Konferensi di Persimpangan Sains dan Industri
Indonesian Conference on Chemical Analysis and Instrumentation adalah salah satu forum ilmiah paling prestisius di bidang kimia analisis di Indonesia. Edisi 2026 yang digelar di ICE BSD City memilih tema yang sangat kontekstual: bagaimana teknologi dan instrumentasi kimia dapat memperkuat kapasitas riset dan pendidikan demi masa depan yang berkelanjutan. Sebuah tema yang tidak hanya relevan secara akademis, tetapi juga memiliki implikasi langsung terhadap kebijakan industri dan lingkungan.
Menariknya, konferensi ini tidak sekadar menjadi ajang berbagi makalah. Ia dirancang sebagai ruang pertemuan yang hidup antara dunia akademik dan industri—di mana hasil riset dari laboratorium perguruan tinggi dapat dikontekstualisasikan dengan kebutuhan nyata sektor industri, dan sebaliknya, tantangan industri dapat menginspirasi arah penelitian baru di kampus.
Pesan Kunci dari Panggung ICCAI: Riset Harus Berdampak
Salah satu momen paling berkesan dalam ICCAI 2026 adalah paparan dari Prof. Yassierli, Ph.D., Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, yang hadir sebagai narasumber utama. Beliau menegaskan bahwa perguruan tinggi harus berani menggeser paradigma riset—dari yang berorientasi pada publikasi semata menuju riset yang mampu memberikan dampak konkret bagi masyarakat dan industri.
Pernyataan ini sangat relevan dengan semangat yang ditunjukkan mahasiswa UPER. Riset kimia yang mereka presentasikan bukan sekadar latihan akademis—ia adalah kontribusi awal dari generasi ilmuwan muda yang memahami tanggung jawab sains terhadap persoalan nyata: dari ketahanan lingkungan, keamanan pangan, hingga pengembangan material baru yang lebih berkelanjutan.
Tiga Pilar SDGs yang Terwujud dalam Satu Konferensi
Partisipasi dan prestasi mahasiswa UPER di ICCAI 2026 sejatinya merupakan manifestasi nyata dari tiga Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang menjadi acuan global. Pertama, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas terpenuhi melalui peningkatan kualitas pembelajaran yang berbasis riset dan pengalaman langsung di forum ilmiah bergengsi. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mengasah kemampuan meneliti, menganalisis, dan mengkomunikasikan temuan ilmiah secara profesional.
Kedua, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur terwujud melalui penguatan kapasitas inovasi teknologi analisis kimia yang menjadi inti dari ICCAI. Kemajuan instrumentasi kimia adalah fondasi bagi berbagai inovasi industri—mulai dari kontrol kualitas produk pangan dan farmasi, hingga pemantauan lingkungan dan pengembangan material baru.
Ketiga, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim tergambar dalam orientasi riset yang berorientasi keberlanjutan lingkungan—sebuah nilai yang kini menjadi standar tak terbantahkan dalam dunia ilmu kimia modern. Dengan demikian, setiap riset yang dipresentasikan di ICCAI bukan hanya bernilai akademis, tetapi juga berkontribusi pada agenda global yang jauh lebih besar.
Kolaborasi Lintas Institusi: Benih Inovasi Masa Depan
Salah satu nilai terbesar dari keterlibatan mahasiswa UPER di ICCAI 2026 adalah kesempatan membangun jaringan riset lintas institusi. Dalam satu ruang yang sama, mahasiswa UPER berinteraksi langsung dengan rekan-rekan dari Universitas Indonesia, IPB, UNJ, dan kampus-kampus lain, serta dengan para peneliti senior dan praktisi industri. Pertemuan-pertemuan seperti inilah yang seringkali melahirkan kolaborasi riset jangka panjang yang tidak akan terwujud hanya melalui ruang kelas.
Universitas Pertamina memahami betul nilai strategis dari pengalaman ini. Mendorong mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dalam forum-forum ilmiah nasional dan internasional adalah bagian dari komitmen institusi untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki wawasan luas, jaringan profesional yang kuat, dan kesiapan untuk berkontribusi di panggung yang lebih besar.
Untuk melihat daftar program studi dan informasi pendaftaran terbaru, Anda dapat langsung mengakses laman resmi admisi Universitas Pertamina melalui https://pmb.universitaspertamina.ac.id/admisi?src=101 dan mulai merencanakan langkah akademik terbaik Anda.
