“Eh, kalau cari mobil bekas 7 penumpang tapi anggarannya mepet, ada rekomendasi ga?”
Pertanyaan seperti ini sering muncul di grup keluarga atau komunitas otomotif. Dan biasanya, jawaban yang muncul selalu berkutat di dua-tiga nama besar yang sudah familiar. Padahal ada satu MPV rebadge dari pabrikan Jepang yang justru sering terlewat, meski secara mesin dan platform sebenarnya kembar dengan salah satu MPV paling populer di Indonesia.
“Maksudnya kembar gimana?”
Jadi begini, generasi terbarunya diproduksi di pabrik yang sama dengan salah satu rival terpopulernya, hasil kerja sama dua pabrikan. Makanya tampilan dan platformnya mirip sekali dengan MPV bergaya sporty yang sering kita lihat di jalanan. Bedanya cuma di badge dan sedikit sentuhan desain saja.
“Terus kenapa kalau kembar, harganya bisa beda?”
Nah ini bagian menariknya. Meski basisnya sama, harga bekasnya justru jauh lebih miring dibanding “saudara”-nya itu. Untuk generasi awal keluaran 2013, harga di pasar bekas bisa ditemukan mulai dari sekitar Rp95 jutaan. Bahkan ada laporan unit tahun 2013 yang bisa didapat mulai kisaran Rp43 juta untuk kondisi tertentu. Untuk generasi yang lebih baru, misalnya keluaran 2019, harganya berkisar Rp105 juta hingga Rp110 jutaan — padahal harga barunya dulu jauh di atas itu.
“Kenapa harganya bisa jatuh segitu jauh?”
Salah satu alasannya adalah jaringan layanan purna jual yang belum semasif kompetitor sejenis dari pabrikan lain. Ini membuat pemilik yang ingin menjual kembali kendaraannya harus rela melepas dengan harga yang lebih rendah dibanding rival sekelasnya. Tapi kabar baiknya buat pembeli, ini justru jadi peluang mendapatkan kendaraan dengan mesin bandel dan kabin lega dengan harga yang jauh lebih hemat.
“Kabinnya beneran lega?”
Ya, ini salah satu keunggulan utamanya. Pengaturan interiornya menawarkan ruang kaki dan ruang kepala yang lega, bahkan bisa menampung hingga tujuh sampai delapan penumpang tergantung konfigurasi. Cocok banget buat keluarga besar yang sering bepergian bersama.
“Kalau kekurangannya apa?”
Beberapa unit generasi awal belum dilengkapi AC double blower, jadi distribusi udara dingin ke baris belakang kurang maksimal terutama saat kabin terisi penuh penumpang. Beberapa pemilik bahkan menambahkan AC double blower modifikasi, meski tentu butuh biaya ekstra di luar harga beli. Tampilannya juga terbilang cukup standar dibanding kompetitor yang tampil lebih sporty.
“Kalau mau beli, ada tips khususnya ga?”
Jangan langsung terpikat harga murah tanpa cek langsung kondisinya. Periksa dulu kondisi eksterior, terutama apakah ada pintu yang sulit menutup sempurna atau rangka yang terlihat menganga — ini bisa jadi indikasi kendaraan pernah mengalami kecelakaan. Bagian kaki-kaki dan suspensi juga wajib dicek dengan teliti, mengingat bobotnya yang cukup besar dan sering digunakan mengangkut banyak penumpang plus barang bawaan. Kalau perlu, jangan lupa test drive langsung sebelum memutuskan.
“Oke deh, jadi worth it dibeli ga menurutmu?”
Kalau prioritasmu adalah kabin lega dan mesin yang irit dengan harga di bawah rata-rata pasar, jawabannya iya. Tapi kalau kamu mengutamakan gengsi atau nilai jual kembali yang tinggi, mungkin perlu pertimbangan lebih. Yang jelas, ini salah satu opsi mobil bekas paling underrated buat yang mengutamakan fungsi dibanding gengsi.
Kalau kamu penasaran dan mau mulai bandingkan unitnya, proses jual beli mobil bekas bisa jadi titik awal yang praktis buat cek berbagai tahun produksi dan kisaran harganya.
Dan buat yang justru sedang berencana melepas kendaraan lama untuk ganti unit lain, mengecek dulu lewat platform jual mobil bekas juga bisa membantu menentukan langkah selanjutnya sebelum benar-benar bertransaksi.
